9 Juni 2026 Oleh: Tim Teknis Geotextile Barokah Abadi

Apa itu Geotextile? Fungsi, Jenis, dan Standar SNI yang Wajib Diketahui

Apa itu Geotextile?

Geotextile adalah material sintetik permeable (tembus air) berbentuk lembaran yang digunakan dalam aplikasi geoteknik dan konstruksi sipil. Material ini diproduksi dari serat polimer (Polyester/PET atau Polypropylene/PP) dan berfungsi untuk meningkatkan stabilitas, permeabilitas, atau ketahanan tanah dalam berbagai proyek infrastruktur. Harga geotextile berkisar Rp 8.000–30.000/m² tergantung jenis dan gramasi (update Juni 2026).


4 Fungsi Utama Geotextile

Berdasarkan standar ASTM dan Kementerian PUPR, geotextile memiliki empat fungsi teknis utama:

1. Separasi (Separation)

Mencegah pencampuran dua lapisan tanah yang berbeda karakteristik, misalnya antara tanah lunak dasar dengan agregat base course jalan. Tanpa geotextile, partikel tanah halus akan bercampur dengan batu dan melemahkan struktur jalan dalam waktu singkat.

2. Filtrasi (Filtration)

Memungkinkan air mengalir menembus material sambil menahan partikel tanah. Digunakan di sekitar pipa drainase perforated (geopipe) dan sistem drainase bawah permukaan agar tidak tersumbat oleh lumpur.

3. Drainase (Drainage)

Mengalirkan air di sepanjang bidang geotextile secara horizontal. Material non-woven tebal (≥400 gr/m²) sering digunakan sebagai lapisan drainase di belakang dinding penahan tanah.

4. Perkuatan (Reinforcement)

Meningkatkan kuat geser tanah dan menahan gaya tarik pada konstruksi lereng, tanggul, dan dinding penahan. Untuk fungsi ini, umumnya dipakai geotextile woven atau geogrid.


Perbedaan Geotextile Woven vs Non Woven

KarakteristikWovenNon Woven
StrukturSerat dianyam (seperti kain tenun)Serat diikat secara acak (jarum/panas)
Kuat TarikSangat tinggi (≥ 40 kN/m)Sedang (≥ 10–35 kN/m)
Fungsi UtamaPerkuatan & separasi berbeban tinggiFiltrasi, drainase, separasi ringan
PermeabilitasRendah (serat rapat)Tinggi (serat acak, banyak pori)
Proyek TipikalJalan tol, rel kereta, tanggulDrainase gedung, jalan lingkungan, TPA

Standar SNI Geotextile di Indonesia

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PUPR dan Bina Marga mensyaratkan geotextile untuk proyek jalan nasional menggunakan:

  • SNI 08-4817-1998 — Persyaratan geotekstil untuk tujuan filtrasi
  • ASTM D-4595 — Uji kuat tarik (tensile strength)
  • ASTM D-4833 — Uji kuat tusuk (puncture resistance)
  • ASTM D-4491 — Uji permeabilitas (permittivity)

Pastikan suplier geotextile Anda dapat menyediakan Technical Data Sheet (TDS) dan sertifikat uji laboratorium balai yang terakreditasi.


Cara Memilih Geotextile yang Tepat

  1. Tentukan fungsi utama: separasi, filtrasi, drainase, atau perkuatan?
  2. Hitung beban rencana: beban lalulintas atau beban timbunan di atasnya
  3. Cek jenis tanah dasar: tanah gambut, lempung, atau pasir membutuhkan spesifikasi berbeda
  4. Konsultasikan ke spesialis: tim engineer kami siap membantu perhitungan gratis

Butuh rekomendasi spesifikasi teknis untuk proyek Anda? Hubungi via WhatsApp →


Geotextile Barokah Abadi — Penyedia Geosintetik Tangan Pertama, Tangerang, Banten, Indonesia.

Konsultasi Gratis via WhatsApp

Ada pertanyaan mengenai artikel ini atau butuh spesifikasi material untuk proyek Anda?

Tanya Tim Ahli Geotextile